Description
Buku ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai spiritualitas dapat tetap relevan dan hidup di tengah hiruk-pikuk dunia digital yang sering kali memicu alienasi, distraksi, dan kelelahan mental. Penulis menekankan bahwa teknologi digital bukanlah lawan dari spiritualitas, melainkan sebuah medium yang memerlukan kerangka reflektif agar penggunaannya tetap beretika dan manusiawi.
-
Integrasi Digital-Spiritual: Bagaimana mahasiswa dapat menyeimbangkan kehidupan akademik dan sosial di dunia maya dengan ketenangan batin melalui praktik seperti mindful browsing dan digital detox.
-
Peran Strategis Dosen: Dosen diposisikan bukan sekadar pengajar teknis, melainkan pembimbing jiwa yang membantu mahasiswa mengembangkan kecerdasan digital-spiritual.
-
Strategi Keseimbangan: Buku ini menawarkan berbagai strategi praktis, mulai dari pembatasan waktu layar hingga penerapan etika digital yang berakar pada integritas dan empati.
-
Visi Masa Depan: Mengajak pembaca memandang masa depan (era post-digital) di mana teknologi seperti AI tidak lagi menjadi ancaman, melainkan sarana untuk memperluas kebajikan dan kemanusiaan.
Melalui pendekatan metode aksi-refleksi, buku ini bertujuan membangun generasi muda yang tangguh secara digital namun tetap memiliki kedalaman nurani sebagai kompas dalam menjalani kehidupan.


Reviews
There are no reviews yet.